Mitos Perselingkuhan yang Sebaiknya Tidak Anda Percaya

Mitos Perselingkuhan yang Sebaiknya Tidak Anda Percaya

Perselingkuhan adalah hal yang sangat menyakitkan, ia dapat membuat korbannya depresi, nafsu makan kurang, tidak adanya kepercayaan terhadap pasangan, atau bahkan berdampak ke menurunnya tingkat kepercayaan terhadap dirinya sendiri.

Saya sebagai orang yang tidak pernah diselingkuhi–karena memang tak punya pacar saja–dapat merasakan sakit yang bertubi-tubi itu jika menimpa salah satu teman atau orang disekitar.

Selingkuh tak lagi dapat dipandang remeh, beberapa kasus bahkan dapat menyebabkan depresi hingga bunuh diri pada korban yang diselingkuhi. Jika masuk dalam ranah pernikahan, ia dapat menelantarkan rumah tangga serta anak.

Sebuah survei pada tahun 2016 menunjukkan bahwa penyebab utama dari perceraian adalah perselingkuhan. Sebenarnya, tidak ada yang benar-benar tahu berapa jumlah peselingkuh, karena ya tentu saja banyak sekali yang berbohong atau tidak mengaku.

Namun, data yang paling konsisten datang dari General Social Survey diadakan oleh National Science Foundation di Universitas Chicago, yang merupakan penelusuran atas sejumlah opini dan perilaku sosial warga Amerika sejak tahun 1972.

Apa yang mereka temukan? Pada tahun mana pun dalam durasi penelitian tersebut, terdapat sekitar 10% pasangan menikah–12% laki-laki dan 7% perempuan–menyatakan bahwa mereka pernah melakukan hubungan terlarang diluar pernikahan mereka. Waaww dasar mereka tak setia.

Di kebanyakan negara Barat dan Eropa, 50%-60% lelaki telah berlaku tidak setia setidaknya satu kali, dan di tempat lain seperti Prancis dan Swedia angka tersebut jadi lebih tinggi lagi. Capai 70 hingga 80 persen. Nah, sekitar 40 persen hubungan gelap itu pada akhirnya ketahuan oleh pasangan dan selebihnya terpendam begitu saja.

Jahat betul ya lelaki itu, tapi tunggu dulu, ada juga data perempuan peselingkuh. Katanya bahkan sekitar 40 persen perempuan menikah juga mencurangi kekasihnya. Sementara hanya 15 persen yang akhirnya ketahuan. Memang sih di banyak negara lelaki adalah yang paling unggul untuk tidak setia, namun ada satu-satunya negara yang perempuannya mengungguli, yaitu Prancis. 87% perempuan disana mengaku telah mendua.

Dari sekian banyak data tadi, mungkin Anda harus mulai perhatikan tingkah pasangan. Sebab tidak ada yang benar-benar tau, bahwa ia adalah orang yang setia atau bukan. Sebenarnya ada beberapa mitos tentang perselingkuhan, kita selalu menganggap mitos itu benar. Sehingga mengurangi tingkat kewaspadaan terhadap pasangan yang tak setia. Berikut mitos umum tentang perselingkuhan, yang sebaiknya tidak Anda percaya.

1. Laki-lakilah yang kebanyakan berselingkuh, padahal jumlahnya hampir sama.

Lelaki generasi tahun 1967 mungkin benar, mereka berselingkuh dua kali lebih banyak dibanding para perempuannya. Namun sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa perempuan di kelompok usia 20 sampai 30an kini melakukan selingkuh sama banyak dengan lelaki kelompok umur yang sama. Karena sekarang, perempuan diumur begitu sudah memiliki pekerjaan dan kebebasan finansial.

Sehingga memiliki kemungkinan yang lebih banyak untuk mengambil resiko dalam hubungan. Bahkan 50% dari semua hubungan gelap ini terjadi di tempat kerja. Tetap waspada ya, bagi kamu yang sudah memiliki kekasih.

2. Perselingkuhan memiliki ciri tersendiri, nyatanya tidak benar.

Jika waktu dan keadaannya tepat, siapa saja bisa berselingkuh. Bahkan orang yang tidak pernah terfikir untuk mengkhianati pasangannya juga punya tendensi berselingkuh. Sebab apapun itu, masalah kita terlalu banyak.

Misalnya saja, seorang lelaki sedang fokus dalam bekerja, disisi lain, ia sedang berusaha melupakan pertengkaran dengan kekasihnya tadi malam. Kemudian di tempat ia bekerja, ada seseorang yang selalu menemaninya.

Atau mungkin, seorang perempuan sedang sangat merasa tertekan, namun tukang kebun yang tampan di halaman rumahnya selalu saja melempar senyum dan melempar pujian terhadapnya.

Setiap orang selalu berfikir bahwa jika kekasihnya berselingkuh, pasti ada tipe atau ciri spesifik yang dapat dibacanya. Sehingga hal itu dapat menurunkan kewaspadaan, padahal tidak sama sekali. Jangan membodohi diri dengan berkeyakinan kekasihmu tidak mungkin berkhianat, lebih baik berfikir dan melihat celah terjadinya perselingkuhan, dan buat usaha untuk menutupi celah tersebut.

3. Hubungan yang terlalu monoton akan menciptakan perselingkuhan, padahal banyak orang berkhianat saat umur hubungan antara 1 sampai 2 tahun.

Kini, semakin banyak orang berselingkuh pada dua tahun awal usia hubungan jangka panjang dibanding periode lainnya.

Karena sesungguhnya, butuh waktu setidaknya dua tahun untuk mengenali kekasih mereka yang sebenarnya. Jika sebelum hubungan jangka panjang itu seorang lelaki adalah peselingkuh, maka dia mungkin akan menjadi tersangka saat menjalin hubungan denganmu.

Lelaki yang sering berselingkuh, biasanya terdorong oleh gabungan antara hormon testosteron tingkat tinggi dengan pengalaman yang lalu, yang dapat memengaruhi cara pandangnya terhadap sebuah hubungan cinta.

4. Jika diberi kesempatan kedua, peselingkuh akan berubah. Itu tidak benar, hanya iming-iming.

Seringkali kita membuat keputusan dan hubungan jangka panjang dengan peselingkuh berfikir “kali ini, dia pasti berubah”. itu tidak benar sama sekali.

Statistik menunjukkan bahwa sebanyak 25% peselingkuh yang menikahi pacar mereka, 75% diantaranya bercerai.

Sejumlah orang yang melakukan hubungan gelap biasanya hidup dalam fantasi seperti ketika sedang mabuk narkoba. Hal ini yang mendorong para peselingkuh untuk mengulangi aksinya secara terus menerus. Maka jika pacarmu seorang peselingkuh, silahkan ambil langkah seribu untuk meninggalkannya sejauh yang kamu bisa.

5. Kamu bisa merasakan jika ia bermain api, ini belum tentu benar.

Banyak sekali orang tidak menyadari kekasihnya mendua karena selama ini hidup dalam kepercayaan bahwa sang pasangan akan setia. Ketika sinyal perselingkuhan diterima, malah kebanyakan orang akan menyangkalnya, sebab kita tak terima jika dikhianati.

Itulah sebabnya, banyak dari perempuan yang mendapati kekasihnya berselingkuh, maka ia akan buru-buru menyalahkan perempuan lain yang merebut. Itu terjadi karena otak perempuan, menyangkal bahwa kekasihnya sendirilah yang berbuat jahat terhadapnya.

Itu tadi segala mitos tentang perselingkuhan, semoga kita lebih waspada untuk kedepannya.  

Oo Camtu!!

Dikutip dari buku Allan Pease dan Barbara Pease, Why Man Want Sex and Woman Need Love.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *