Penat Nulis Skripsi, Boleh Coba Lari Sore di Sekitaran An-Nur

ilustrasi penat nulis skripsi lari sore di An-Nur

Kalau kamu lagi penat nulis skripsi, boleh coba lari sore di sekitaran Masjid Agung An-Nur. Tak ada salahnya barang sebentar merapikan laptop, kuisioner dan dokumen yang kira-kira penting ke lemari. Tapi sebelum itu, jangan lupa simpan semua file word, BABI, BABII, BABIII, seterusnya dan seterusnya.

Sebab, kata dokter terlalu lama menatap layar laptop tak seindah bayang-bayang mantan. Mata mu itu nantinya bisa lelah, berair. Bukan. Bukan karena tak bisa memilikinya lagi, teringat akan hal indah yang kalian lakukan dulu, tapi efek cahaya biru layar laptop bisa merusak retina mata yang kita sayangi.

Apalagi selagi masih muda dan sayang-sayangnya, mata mesti dijaga baik-baik. Pesan emak diujung telepon diakhir pekan.

Efek lain dari mengetik lama-lama di komputer jinjing mu ya, skripsi lebih cepat kelar. Terhindar dari pertanyaan kapan wisuda oleh mamak atau teman sok akrab. Paling-paling, ditanya kapan dapat kerja oleh tetangga julid sepaket dengan kapan nikahnya. Itu pertanyaan bawaan pabrikan lambe-lambe turah.

Baiklah, daripada menakut-nakuti lebih jauh, bergegaslah ganti pakaian mu dengan stelan olahraga. Bisa pakai kaus Real Madrid—karena hanya itu yang ku punya­— dan celana training panjang. Tidak disarankan memakai jas sidang skripsi atau bahkan kebaya wisuda. Percayalah itu sangat menyulitkan.

Sekadar pemberitahuan saja, karena di dalam kawasan masjid, pengurus buat aturan harus memakai pakaian menutup aurat. Guru agama saya waktu SD bilang, kalau laki-laki dari pusar ke lutut, tapi gak boleh hanya pakai sarung juga. Yang perempuan semua lah ya kecuali muka dan telapak tangan.

Pakai sepatu lebih mantap rasanya, lantaran jogging track terbuat dari paving block berbahan batu dan semen. Keras. Kalau merasa kuat, cobalah dengan kaki telanjang dan benar-benar bersih, bisa djamin sebelas dua belas dengan kaki ayam.

Air minum bawa tidak ya? Memang sih di sana banyak yang jual minuman ada rasa dan tidak. Makanan ringan pun ada macam opak mie, sate. Tapi, bawa ajalah kan sedang tanggal tua. Isi tumbler dengan air galon seharga empat ribu rupiah sudah cukup menghilangkan dahaga.

Sudah lengkap langsung menuju lokasi. Masjid Agung An-Nur terletak di Jalan Hang Tuah, Sumahilang, Pekanbaru, Riau. Kalau kamu anak UNRI Gobah, berangkat dari Jalan Pattimura, belok kanan ke arah Jalan Diponegoro. Ada dua tempat parkir, dari Jalan Hang Tuah dan Jalan Sisingamangaraja. Nanti Bapak Satpam yang biasa sambil dengar lagu pakai headset di pos ngasih tanda parkir. Simpan baik-baik, karena pas pulang diminta lagi sambil kasih uang se ikhlasnya.

Kalau yang dari UNRI Panam, UIN Suska, UIR, Unilak dan siapa pun kamu yang lagi kerjain skripsi pandai-pandai lah ya. Kan ada google maps, nanti mbak google mengarahkan. Semoga selamat sampai tujuan, hati-hati di jalan.

Baca Juga : Tempat Jogging Keren di Sekitaran Kampus UNRI

Pertama-tama, lakukan peregangan terlebih dahulu. Saudara-saudara ingat gerakan yang diajarkan guru penjas? Haa Itu gunanya pas jam pelajaran olahraga jangan ngacir ke kantin. Putar-putar kepala—tapi jangan sampai pening pula, tangan, pinggang dan kaki. Lepas tu lari-lari kecil di parkiran. Ini penting agar tidak keram saat lari, lima sampai sepuluh menit boleh lah. Kalau kelamaan tak jadi jogging jadinya, keburu adzan Magrib berkumandang.

Menu utama segera lahap, putari arena lapangan dengan santai saja. Kalau agak capek ya jalan santai. Ingat, ambil bagian kiri bahu jalan karena jelang pukul lima sore orang makin ramai, menghindar dari orang yang masih lari. Selagi nafas masih ada, lari lagi lah, berhenti lagi. Ah suka-suka hati ajalah mana nyamannya.   

Gaya orang macam-macam di sana. Ada yang lari pasang-pasangan, beda jenis kelamin, kalau saya kemarin yang sendiri saja. Banyak juga kok yang sendiri, sumpah.

Ada yang sambil dengar lagu, pakai jaket parasut, tendang-tendang bola, anak-anak berlarian ke sana kemari dan tertawa.

Setengah enam sore biasanya orang berangsur pulang. Pastinya jangan sampai malam ya sebab saudara kita yang muslim hendak melaksanakan Salat Magrib di masjid itu. Tapi kalau bawa baju ganti lebih oke lagi kata Pak Ustaz. Rohani dan jasmani jadi seimbang, masuk Pak Eko!.

Setelah badan merasa segar, penat menulis skripsi akan hilang dengan sendirinya. Letih, lesu, stress, kurang semangat membuka lembaran baru laptop perlahan menghilang, lanjut deh kerjain skripsinya.

Alangkah lebih baiknya sih saban sore lari di sana. Tapi kabar buruknya lebih banyak malasnya. Ini bahaya juga karena bisa menghambat proses menulis skripsi yang tiada akhir. Makanya kalau kira-kira penat, boleh coba lari sore di sekitaran An-Nur.#

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *